SOLUSI LANGIT MENGHADAPI LESUNYA EKONOMI (Menjemput Rezeki Melalui Jalur Ketakwaan)

SOLUSI LANGIT MENGHADAPI LESUNYA EKONOMI
Menjemput Rezeki Melalui Jalur Ketakwaan
KHUTBAH PERTAMA
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مَفَاتِيْحَ الرِّزْقِ وَالْفَرَجِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Saat ini, kita semua merasakan tantangan ekonomi yang tidak mudah. Harga barang kebutuhan pokok merangkak naik, lapangan pekerjaan terasa sulit, dan perputaran usaha melambat. Banyak di antara kita yang merasa cemas akan masa depan dapur dan keluarga kita.
Sebagai umat beriman yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, kita tidak boleh putus asa. Di samping usaha lahiriah yang wajib kita lakukan, Allah SWT telah menyediakan Solusi Langit untuk membukakan pintu-pintu rezeki yang terkunci melalui jalan ketakwaan.
Sebagaimana ayat yang saya bacakan di awal mukadimah tadi, yaitu Surah Al-Ahzab ayat 70 sampai 71, Allah berjanji jika kita bertakwa dan menjaga ucapan yang jujur, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalan kita. Arti dari ayat tersebut adalah: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.
Ketika Allah sudah memperbaiki amalan dan urusan kita, maka urusan mencari nafkah pun akan dimudahkan oleh-Nya.

Allah SWT juga memberikan jaminan mutlak dalam Surah At-Talaq ayat 2 sampai 3:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Ketika dunia terasa menyempit dan logika manusia menemui jalan buntu, ketakwaan akan membuka jalan keluar yang tidak masuk akal bagi manusia, namun sangat mudah bagi Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Solusi langit kedua adalah memperbanyak istighfar. Kisah nyata tentang kekuatan istighfar ini bisa kita petik dari perjuangan Nabi Nuh alaihis salam. Dikisahkan dalam banyak kitab tafsir, kaum Nabi Nuh pernah diazab oleh Allah dengan musim kemarau yang sangat panjang selama bertahun-tahun. Akibatnya, sungai-sungai mengering, tanaman pangan mati, hewan ternak kelaparan, dan kaum wanita menjadi mandul sehingga krisis ekonomi dan pangan melanda mereka dengan luar biasa dahsyat.

Di tengah keputusasaan tersebut, Nabi Nuh tidak menyuruh mereka membuat bendungan atau mencari dukun, melainkan menyuruh mereka bertobat dan beristighfar kepada Allah. Seruan mulia ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Surah Nuh ayat 10 sampai 12:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Artinya: Maka aku berkata kepada mereka, Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.

Istighfar yang diucapkan dengan tulus mampu mengubah kondisi ekonomi yang gersang menjadi subur, mendatangkan kelapangan harta, aset, dan mengalirkan rezeki laksana aliran sungai yang tiada putusnya.
Oleh karena itu, mari kita amalkan tiga langkah nyata dari khutbah hari ini untuk menghadapi kelesuan ekonomi:
  1. Perbaiki Shalat: Jangan sampai kesibukan mencari rezeki membuat kita melalaikan Yang Maha Pemberi Rezeki. Ketika adzan berkumandang, segeralah penuhi panggilan-Nya dan tegakkan shalat dengan khusyuk serta berjamaah di masjid, sebab bagaimana mungkin kita mengharapkan kelancaran urusan dunia sementara kita mengabaikan pemilik dunia itu sendiri.
  2. Rutinkan Istighfar: Minimal 100 kali sehari, bacalah dengan penuh penghayatan dan penyesalan atas dosa. Jadikan istighfar sebagai wirid utama di sela-sela waktu bekerja kita, baik saat berdagang, bertani, maupun berkendara, karena istighfar adalah pengetuk pintu langit yang akan meruntuhkan tumpukan dosa penghambat datangnya keberkahan.
  3. Jaga Silaturahmi: Tetap bantu tetangga atau kerabat yang kesusahan, karena sedekah dan silaturahmi justru melapangkan rezeki yang sempit. Sambunglah kembali hubungan kekeluargaan yang sempat renggang dan jangan pelit untuk saling berbagi meskipun dalam keadaan sulit, sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegaskan bahwa siapa yang ingin diluangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.
Semoga Allah SWT mengangkat beban ekonomi bangsa kita, memberkahi setiap butir keringat kita, dan mencukupkan keluarga kita dengan rezeki yang halal dan thoyyib.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah,
Melalui ayat tersebut, kita diingatkan untuk selalu bersiap menghadapi masa depan, baik dalam urusan akhirat maupun urusan dunia yang kita jalani saat ini. Yakinkan hati kita bahwa rezeki kita sudah diatur dan tidak akan pernah tertukar. Tugas kita hanyalah bergerak menjemputnya dengan cara yang diridhai oleh Allah SWT. Teruslah berikhtiar secara lahiriah, dan perkuat fondasi batin kita dengan solusi-solusi langit yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Mari kita tundukkan kepala sejenak, memohon ruang kemudahan, keberkahan hidup, kesehatan, serta ampunan kepada Allah SWT.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.
اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal agar kami terhindar dari yang haram. Dan kayakanlah kami dengan karunia-Mu agar kami tidak bergantung kepada selain-Mu.
اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى الْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِهِمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ . وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ . وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dedi Saputra, CAHTM - Ruqyah QHI Klaten 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan dari PUSKESMAS NGAWEN - KLATEN di Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten (Bekam Holistik Klaten)

TERAPI PROMIL (Program Kehamilan) Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten

Tips Ruqyah Mandiri