Postingan

RUMAHKU SURGAKU: MENJEMPUT KETENANGAN MELALUI KEBERSIHAN DAN KEBERKAHAN

Gambar
RUMAHKU SURGAKU: MENJEMPUT KETENANGAN MELALUI KEBERSIHAN DAN KEBERKAHAN Oleh: Dedi Saputra, CAHTM Banyak orang mencari ketenangan dengan pergi jauh, padahal sumber ketenangan sejati seharusnya ada di dalam rumah sendiri. Dalam pandangan holistik dan syar’i, rumah yang nyaman bukan dilihat dari kemewahannya, melainkan dari energi positif yang dibangun melalui dua hal utama: Kebersihan Fisik dan Kesucian Spiritual. 1. Kebersihan Fisik: Syarat Mutlak Kesehatan Holistik Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmidzi) Secara medis dan holistik, rumah yang kotor dan berantakan adalah sumber stres. Tumpukan barang yang tidak terpakai menciptakan aliran udara yang buruk dan memicu kecemasan saraf. Ketika rumah bersih, tubuh merespons dengan me...

Memahami Perbedaan Kedokteran Barat dan Timur: Sebuah Sinergi Menuju Kesembuhan

Gambar
Perbedaan Kedokteran Barat dan Timur Di dunia pengobatan zaman sekarang, sangat jelas terlihat dua sisi berlawanan yaitu kedokteran modern dan tradisional. Kedokteran modern yang sering dikenal sebagai pengobatan konvensional atau Barat menyebutkan bahwa manusia itu dipandang sehat jika materi dan struktur tubuh manusia itu dalam kondisi normal, termasuk rohani dan sosialnya. Saat kita berbicara tentang orang yang sakit, maka kedokteran Barat akan melihat organ apa yang sakit, adakah jaringan tubuh yang bermasalah, atau sistem tubuh mana yang sakit. Sebagai contoh, ketika seorang klien batuk, maka dokter akan berpikir adakah kelainan atau sesuatu yang terjadi di paru-paru. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan mendengarkan suara paru dan dilanjutkan dengan foto Rontgen pada paru-paru untuk melihat adakah struktur yang terganggu. Inilah kedokteran Barat yang berbasis pada materi dan struktur organ tubuh. Contoh lain misalnya ketika ada klien yang sakit pinggang ( low back...

ADAB MEMULIAKAN AHLI ILMU DAN TABIB: MENJAGA CAHAYA PENYEMBUHAN

Gambar
ADAB MEMULIAKAN AHLI ILMU DAN TABIB: MENJAGA CAHAYA PENYEMBUHAN Dalam tradisi luhur kita, ilmu bukan sekadar deretan informasi, melainkan cahaya yang menuntun pada keselamatan. Begitu pula dengan profesi Tabib dan Peruqyah—sosok yang melalui bimbingannya, kesembuhan fisik maupun ruhani diupayakan dengan izin Allah SWT. Mengambil keberkahan dari ilmu dan pengobatan tidak akan sempurna tanpa disertai adab yang mulia. 5 ADAB UTAMA KEPADA TABIB HUSNUZAN Miliki keyakinan penuh pada proses kesembuhan dan keahlian Tabib. Memuliakan ahli ilmu dimulai dengan meyakini bahwa mereka memiliki niat tulus untuk membantu sesama. Tanpa husnuzan, manfaat pengobatan akan sulit meresap ke dalam jiwa. TA’DZIM Memuliakan Tabib sebagaimana Anda memuliakan ilmu dan perantara kesembuhan. Ketahuilah bahwa keberhasilan seorang penuntut kesembuhan sangat bergantung pada sejauh mana ia mengagungkan ahli ilmu yang membimbingnya. ADAB LISAN Berbicara dengan lembut, jujur, dan tidak memotong penjelasan Ta...

Pandangan Holistik terhadap Makanan Pokok: Kembali ke Fitrah dan Sunnatullah

Gambar
Pandangan Holistik Muslim terhadap Makanan Pokok: Kembali ke Fitrah dan Sunnatullah Oleh: Tabib Dedi Saputra, CAHTM Banyak orang saat ini terjebak dalam tren diet yang sekadar ikut-ikutan tanpa memahami struktur tubuh yang telah Allah rancang. Ada yang hanya makan sayur dan buah (veganisme ekstrem), bahkan menghindari karbohidrat sepenuhnya. Padahal, kesehatan adalah buah dari kepatuhan terhadap hukum alam (Sunnatullah). 1. Makanan Pokok Utama: Karbohidrat (Bahan Bakar Energi) Dalam pandangan holistik, Karbohidrat adalah "Bahan Bakar Utama" tubuh. Tanpanya, manusia akan kehilangan energi vital ( ruh fisik ). Jenis: Biji-bijian utuh ( Al-Hubub ) seperti padi (nasi), gandum, atau jelai. Adaptasi Lokal: Di Indonesia, nasi adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang selaras dengan iklim tropis yang lembap. Prinsip Mengunyah: Karbohidrat wajib dikunyah lama hingga cair di mulut karena pencernaannya dimulai oleh enzim di air liur. Manusia dibekali gigi geraham untuk mel...

PRINSIP KESEIMBANGAN & KESELARASAN: Seni Menggapai Kesembuhan Paripurna

Gambar
PRINSIP KESEIMBANGAN & KESELARASAN: Seni Menggapai Kesembuhan Paripurna Sakit bukanlah musuh yang harus semata-mata diperangi, melainkan pesan dari tubuh bahwa ada sesuatu yang keluar dari jalur fitrahnya. Kesembuhan sejati mustahil tercapai jika kita hanya mengandalkan obat-obatan sementara pondasi rumahnya—yaitu nutrisi—masih berantakan. Selama asupan harian tidak diselaraskan dengan kebutuhan asasi tubuh, maka resep terapi seampuh apa pun hanya akan menjadi tamu yang lewat tanpa daya ( orak konjet / rak kacek / tidak berkhasiat ). 1. Prinsip Keseimbangan (At-Tawazun) Kesehatan adalah kondisi di mana seluruh unsur dalam tubuh berada dalam keseimbangan. Penyakit muncul saat terjadi ketimpangan ( imbalance ). Hukum Keseimbangan: Orang yang bersifat panas, maka disejukkan. Orang yang bersifat dingin, maka dihangatkan. Dalil Keseimbangan Alam (Malam & Siang): Allah Ta'ala menciptakan alam semesta dalam pasangan yang seimbang untuk menjaga kehidupan. Sebagaimana fi...

Kanker dalam Pandangan Spiritual: Antara Gangguan Jin dan Ujian Kesabaran

Gambar
Kanker dalam Pandangan Spiritual: Antara Gangguan Jin dan Ujian Kesabaran Penyakit kanker sering kali dipandang hanya dari sisi medis sebagai mutasi sel yang merusak. Namun, dalam perspektif kedokteran spiritual Islam, penyakit ini memiliki dimensi yang lebih dalam, baik sebagai bentuk gangguan makhluk halus maupun sebagai sarana pembersihan dosa bagi seorang mukmin. Sifat Destruktif: Penyakit "Favorit" Iblis Syaikh Abu Hamam Ar Raqi dalam salah satu pernyataannya menyebutkan: "Kanker menjadi salah satu penyakit favorit iblis karena akan terlambat terdeteksi dan sifatnya yang merusak tubuh secara efisien." Ungkapan ini merujuk pada karakter kanker yang sering kali tidak menunjukkan gejala ( silent killer ) hingga mencapai stadium lanjut, memberikan beban fisik dan mental yang sangat besar bagi penderitanya. Fatwa Syaikh Bin Baz: Peran Jin dalam Kanker Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Mantan Mufti Agung Arab Saudi) juga menegaskan dalam Majmu’ Fatawa (Jilid 8, ...

Tobat dari Syirik: Menghapus Dosa Tumbal dan Ritual Jahiliyah untuk Mengembalikan Berkah Hidup

Gambar
Tobat dari Syirik: Menghapus Dosa Tumbal dan Ritual Jahiliyah untuk Mengembalikan Berkah Hidup Oleh: Dedi Saputra, CAHTM (Praktisi Ruqyah Syar’iyyah) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Saudaraku yang dirahmati Allah, sering kali tanpa sadar kita terjerumus ke dalam lembah kesyirikan karena dorongan keputusasaan atau keinginan duniawi yang menggebu-gebu. Berdasarkan kasus yang banyak saya temui, pengalaman rekan praktisi, maupun fenomena yang marak dilakukan di tengah masyarakat, pintu syirik ini terbuka lebar melalui pemberian "pajak" nyawa berupa kepala kerbau, kambing, anjing, hingga ayam hitam (cemani). Beberapa kondisi yang sering memicu praktik ini antara lain:    1. Ujian Penyakit Menahun: Membayar syarat "tukar nyawa" hewan kepada dukun agar sembuh.    2. Serangan Sihir & Gangguan: Melawan sihir dengan tumbal hewan sebagai upah penjagaan jin.    3. Konflik Rumah Tangga: Ritual pendam kepala hewan di halaman agar suasana mend...