KHUTBAH JUM'AT: MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN DENGAN TAUHID DAN MENJAGA MORAL GENERASI BANGSA

KHUTBAH JUM'AT: MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN DENGAN TAUHID DAN MENJAGA MORAL GENERASI BANGSA


KHUTBAH PERTAMA

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ فِي هَذَا الْبَلَدِ الْكِرِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta teguh di atas Sunnah Nabi dan menjauhi perkara baru yang diada-adakan dalam agama.
Saat ini kita berada di bulan Agustus dan ada sejarah panjang dalam kemerdekaan Republik Indonesia, yang di mana kita patut menghargai perjuangan pejuang dan syuhada.
Sebagai umat muslim, kita harus menyadari bahwa kemerdekaan sejati dalam Islam memiliki dimensi yang sangat mendalam. Kemerdekaan sejati bukan sekadar lepas dari penjajahan fisik bangsa asing. Kemerdekaan hakiki adalah terbebasnya jiwa, akal, dan mental manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk, serta lepasnya diri dari belenggu kesyirikan. Sahabat Nabi, Ruba'i bin 'Amir menegaskan dengan kalimat yang abadi: "Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Allah, dari kesempitan dunia menuju kelapangan dunia dan akhirat."
Inilah tauhid. Negara yang merdeka akan makmur jika dibangun di atas iman dan takwa, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 96:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Artinya: "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi."
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Namun, mari kita renungkan bersama kondisi bangsa hari ini. Para pahlawan dan ulama terdahulu mengorbankan darah, air mata, dan nyawa untuk merebut kemerdekaan agar anak cucu mereka bisa hidup terhormat, tangguh, berdaulat, dan taat kepada syariat Allah SWT.
Sangat memprihatinkan dan mengiris hati, di alam merdeka yang kita nikmati saat ini, moral generasi muda justru digempur oleh jenis penjajahan moral baru yang merusak kesucian fitrah manusia. Hari-hari ini, jagat media sosial kita digemparkan dengan maraknya kasus-kasus viral penyimpangan seksual sesama jenis, khususnya perilaku menjijikkan kelompok lelaki penyuka sesama lelaki atau yang kini akrab dengan istilah "boti".
Ini adalah perbuatan yang sangat keji dan dilaknat oleh Allah SWT. Mereka adalah kaum lelaki yang melampiaskan syahwatnya pada lubang dubur, kotoran, dan tempat pembuangan najis. Al-Qur'an merekam perbuatan menjijikkan ini dalam Surat Al-A'raf ayat 80-81 ketika Nabi Luth mengecam kaumnya:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ إِنَّكُمْ لَتأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
Artinya: "Dan (Kami telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.'"
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Perlu kita tegaskan bersama, kita bukan membenci perbedaan, tetapi kita membenci penyimpangan. Agama Islam sangat menghormati perbedaan suku, bangsa, dan bahasa sebagai sunnatullah, namun Islam melarang keras penyimpangan fitrah dan moralitas manusia.
Lebih dari itu, kita wajib mewaspadai kampanye masif dari para pendukung gerakan ini. Mereka terus bergerak secara terselubung maupun terang-terangan melalui media sosial, film, musik, hingga menyusup ke dalam gaya hidup remaja, dengan dalih hak asasi manusia, untuk menormalisasi perilaku terlaknat tersebut di tengah-tengah lingkungan kita.
Bahan belakangan ini, viral berbagai pernyataan dari para dokter dan tenaga medis yang mengaku sudah lelah dan enggan menasehati kelompok ini karena kerasnya hati mereka yang bebal menghadapi peringatan medis akan bahaya virus HIV/AIDS yang mengintai nyawa mereka.
Oleh karena itu, khatib mengingatkan masyarakat yang tengah mengadakan perlombaan atau panggung hiburan agustusan saat ini. Kita tidak mensakralkan bulan Agustus, namun kita memiliki kewajiban besar untuk menjaga kehormatan momentum kemerdekaan ini agar tidak dikotori maksiat. Jangan sampai ada acara atau karnaval lucu-lucuan di mana laki-laki berdandan, bersolek, memakai baju perempuan lalu berjoget di depan umum.
Rasulullah SAW bersabda dengan tegas dalam hadis sahih: "Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR. Bukhari). Perbuatan yang mengundang laknat Allah tidak boleh dijadikan bahan atau sarana hiburan karena merusak mental anak-anak yang menontonnya dan menormalisasi gerakan LGBT di sekitar kita.
Kepada pengurus RT, RW, tokoh pemuda, dan seluruh panitia agustusan, khatib mengimbau dua hal penting:
  1. Hentikan secara total dan jangan beri ruang sedikit pun bagi perlombaan, karnaval, atau panggung hiburan yang menampilkan laki-laki berbaju perempuan maupun simbol-simbol yang mengarah pada normalisasi perilaku LGBT.
  2. Arahkan potensi pemuda pada kegiatan fisik yang sehat dan bermanfaat, seperti kompetisi olahraga ketangkasan, perlombaan literasi keagamaan, serta pelestarian adat budaya luhur yang bersih dari kemaksiatan. Seluruh kegiatan wajib dikawal ketat agar tetap menutup aurat dengan benar, menjaga kehormatan diri (muru'ah), serta bebas dari campur baur pria-wanita (ikhtilath) yang melanggar norma kesusilaan agama.
Jamaah Salat Jum’at yang Dirahmati Allah,
Marilah kita merenung diri, jangan sampai kita menjadi bangsa yang kufur nikmat lalu dicabut rasa amannya oleh Allah, sebagaimana peringatan-Nya dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 112. Isilah hari-hari merdeka ini dengan kesadaran penuh untuk bersyukur dan taat, sebagaimana janji Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي ۖ لَشَدِيدٌ
Artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِقْرَارًا بِرُبُوْبِيَّتِهِ وَإِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Jamaah Salat Jumat yang Dirahmati Allah,Marilah pada khutbah kedua ini kita tundukkan hati memohon kepada Allah SWT. Semoga Allah Jalla Jalaluhu senantiasa menjaga keutuhan negeri kita, menjaga anak cucu kita dari fitnah zaman yang merusak fitrah, serta menjauhkan bangsa ini dari kehancuran moral. Ya Allah, berkahilah kemerdekaan ini, jadikanlah daerah kami aman, tenteram, dan penuhilah hati para pemimpin serta rakyatnya dengan hidayah-Mu untuk selalu bersyukur.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ يَعْمَلُوْنَ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil, dan masukkanlah mereka ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat kebajikan."
(Doa untuk Para Pejuang dan Syuhada Kemerdekaan):
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَنَا وَأَبْطَالَنَا الَّذِيْنَ كَافَحُوْا لِأَجْلِ حُرِّيَّةِ هَذَا الْبَلَدِ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمْ جِهَادَهُمْ، وَاجْعَلْهُمْ فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ فِي الْجَنَّةِ.
Artinya: "Ya Allah, rahmatilah para syuhada dan pahlawan kami yang telah berjuang demi kemerdekaan negeri ini. Ya Allah, terimalah jihad mereka, dan jadikanlah mereka berada di tempat yang mulia di sisi Raja Yang Maha Kuasa (Allah) di dalam surga."
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, jagalah bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Berikanlah kedamaian, persatuan, dan kesatuan bagi seluruh rakyatnya. Karuniakanlah petunjuk-Mu kepada para pemimpin kami agar dapat membawa negeri ini menuju keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan yang merata. Jauhkanlah bumi Nusantara dari segala bencana, perpecahan, dan marabahaya. 

Ya Allah, selamatkan dan jagalah anak-anak kami, pemuda kami, serta masyarakat kami dari fitnah penyimpangan seksual (LGBT) dan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Ya Allah, bersihkanlah hati dan amal perbuatan kami dari kemungkaran serta akhlak yang buruk.

Ya Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa, berikanlah pertolongan, kekuatan, dan kesabaran kepada saudara-saudara kami di Palestina. Lindungilah anak-anak, wanita, dan seluruh warga di sana dari segala kezaliman. Angkatlah penderitaan mereka, pulihkanlah kedamaian di tanah suci tersebut, dan jadikanlah setiap perjuangan mereka sebagai ladang pahala yang mulia. 
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dedi Saputra, CAHTM - Ruqyah QHI Klaten 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan dari PUSKESMAS NGAWEN - KLATEN di Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten (Bekam Holistik Klaten)

TERAPI PROMIL (Program Kehamilan) Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten

Tips Ruqyah Mandiri