KHUTBAH JUM'AT: BELAJAR TOTALITAS TAUBAT DARI KISAH KAUM NABI YUNUS AS
BELAJAR TOTALITAS TAUBAT DARI KISAH KAUM NABI YUNUS AS
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.
Sidang Jum’at yang berbahagia,
Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari dosa. Namun, Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan selalu membuka pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Hari ini, mari kita merenungkan kisah pertaubatan kaum Nabi Yunus AS, sekaligus pertaubatan Nabi Yunus sendiri di dalam perut ikan.
Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari dosa. Namun, Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan selalu membuka pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Hari ini, mari kita merenungkan kisah pertaubatan kaum Nabi Yunus AS, sekaligus pertaubatan Nabi Yunus sendiri di dalam perut ikan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Nabi Yunus AS diutus kepada penduduk kota Ninawa. Bertahun-tahun beliau berdakwah, namun kaumnya menolak dengan sombong. Karena melihat kedurhakaan mereka, Nabi Yunus merasa putus asa dan dirundung amarah. Beliau memberikan peringatan terakhir: "Tiga hari lagi, azab Allah akan menghancurkan kalian!" Setelah itu, beliau pergi meninggalkan kota tanpa izin Allah SWT. Beliau lalu naik ke sebuah kapal untuk menjauh.
Nabi Yunus AS diutus kepada penduduk kota Ninawa. Bertahun-tahun beliau berdakwah, namun kaumnya menolak dengan sombong. Karena melihat kedurhakaan mereka, Nabi Yunus merasa putus asa dan dirundung amarah. Beliau memberikan peringatan terakhir: "Tiga hari lagi, azab Allah akan menghancurkan kalian!" Setelah itu, beliau pergi meninggalkan kota tanpa izin Allah SWT. Beliau lalu naik ke sebuah kapal untuk menjauh.
Namun, sepeninggal sang nabi, tanda azab itu benar-benar nyata. Langit kota Ninawa berubah menjadi hitam kelam digulung awan merah yang mengerikan. Menyadari ancaman itu nyata, runtuhlah kesombongan mereka.
Seluruh penduduk kota—kaya, miskin, tua, dan muda—langsung keluar ke tanah lapang. Mereka menanggalkan pakaian mewah, menggantinya dengan pakaian kasar yang lusuh, lalu menangis memohon ampunan Allah. Bahkan hewan ternak pun dibawa agar suara rintihannya mengetuk pintu rahmat Allah. Melihat ketulusan taubat massal ini, Allah mengampuni mereka dan membatalkan azab yang sudah di depan mata. Peristiwa unik ini diabadikan dalam Al-Qur'an:
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
Artinya: "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yang tertentu." (QS. Yunus: 98).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Lalu bagaimana nasib Nabi Yunus yang pergi dalam keadaan marah? Di tengah lautan, kapal beliau dihantam badai dahsyat. Agar kapal tidak tenggelam, harus ada penumpang yang dikorbankan. Setelah diundi tiga kali, nama Nabi Yunus yang selalu keluar. Beliau sadar ini teguran Allah, lalu menjatuhkan diri ke laut dan langsung ditelan bulat-bulat oleh seekor ikan paus raksasa.
Lalu bagaimana nasib Nabi Yunus yang pergi dalam keadaan marah? Di tengah lautan, kapal beliau dihantam badai dahsyat. Agar kapal tidak tenggelam, harus ada penumpang yang dikorbankan. Setelah diundi tiga kali, nama Nabi Yunus yang selalu keluar. Beliau sadar ini teguran Allah, lalu menjatuhkan diri ke laut dan langsung ditelan bulat-bulat oleh seekor ikan paus raksasa.
Di dalam perut ikan yang gelap gulita di dasar lautan, Nabi Yunus tersadar akan kekhilafannya. Beliau tidak mengeluh, melainkan langsung bertaubat dengan doa yang abadi dalam Al-Qur'an:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87).
Mendengar rintihan yang tulus itu, Allah mengampuni Nabi Yunus dan memerintahkan ikan paus untuk memuntahkannya ke tepi pantai dalam keadaan selamat.
Sidang Jum’at yang dirahmati Allah,
Kaumnya bertaubat, Allah selamatkan dari azab. Nabinya bertaubat, Allah selamatkan dari kematian. Kisah ini membuktikan bahwa pintu ampunan Allah teramat luas. Allah SWT memanggil kita dalam Al-Qur'an:
Kaumnya bertaubat, Allah selamatkan dari azab. Nabinya bertaubat, Allah selamatkan dari kematian. Kisah ini membuktikan bahwa pintu ampunan Allah teramat luas. Allah SWT memanggil kita dalam Al-Qur'an:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53).
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sebuah hadits:
التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ
Artinya: “Orang yang bertaubat dari dosa (dengan sungguh-sungguh) adalah seperti orang yang tidak punya dosa.” (HR. Ibnu Majah).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Taubat dan istighfar bukan hanya menghapus dosa personal, melainkan juga menjadi benteng keamanan bagi sebuah negeri dari turunnya bencana. Allah SWT memberikan garansi ini di dalam Al-Qur'an:
Taubat dan istighfar bukan hanya menghapus dosa personal, melainkan juga menjadi benteng keamanan bagi sebuah negeri dari turunnya bencana. Allah SWT memberikan garansi ini di dalam Al-Qur'an:
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (beristighfar)." (QS. Al-Anfal: 33).
Oleh karena itu, mari kita ketuk pintu ampunan Allah setiap hari melalui istighfar yang tulus, agar Allah SWT senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita, dan negeri kita tercinta dari marabahaya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي| وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِي|هِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di akhir khutbah ini, mari kita bulatkan tekad untuk memperbanyak istighfar serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Mari kita berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyuk.
Di akhir khutbah ini, mari kita bulatkan tekad untuk memperbanyak istighfar serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Mari kita berdoa kepada Allah dengan hati yang khusyuk.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذ| هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ . وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ . وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . وَأَقِمِ الصَّلَاة
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Dedi Saputra, CAHTM - Ruqyah QHI Klaten
Komentar
Posting Komentar