KHUTBAH JUM'AT:RUPIAH ANJLOK, HARGA MEROKET? BAGAIMANA SIKAP SEORANG MUSLIM
KHUTBAH JUM'AT:
RUPIAH ANJLOK, HARGA MEROKET? BAGAIMANA SIKAP SEORANG MUSLIM
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
Amma ba'du, fayaa 'ibaadallah. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketahuilah bahwa dunia ini adalah panggung ujian, termasuk ujian dalam urusan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Akhir-akhir ini, kita merasakan realitas ekonomi yang cukup berat. Nilai tukar rupiah melemah, dan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar meroket naik, hingga memicu rasa khawatir di hati banyak orang. Namun, sebagai muslim yang beriman, kita wajib menghadapi situasi ini dengan kacamata tauhid. Kita harus yakin bahwa jaminan rezeki setiap makhluk berada di tangan Allah Ar-Razzaq, bukan ditentukan oleh kondisi ekonomi makro. Di tengah kesulitan ini, marilah kita sejenak mengalihkan fokus untuk mengintrospeksi diri. Bisa jadi, kesulitan ini hadir agar kita sadar bahwa yang paling kita butuhkan saat ini bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan tambahan keberkahan dari apa yang sudah ada di tangan kita.
Perlu kita sadari bahwa ujian ketidakstabilan harga ini bukanlah hal baru dalam sejarah. Ujian yang sama pernah terjadi secara nyata pada zaman Rasulullah ﷺ di kota Madinah. Ketika harga barang-barang melonjak tinggi, para sahabat datang menemui Nabi dan mengadu, “Wahai Rasulullah! Tetapkanlah harga-harga barang untuk kami!” Mendengar keluhan tersebut, Rasulullah ﷺ meluruskan akidah mereka dengan bersabda:
إِنَّ اللهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّيْ َلأَرْجُوْ أَنْ أَلْقَى رَبِّيْ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكمْ يَطْلُبُنِى بِمَظْلَمَةٍ مِنْ دَمٍ وَلاَ مَالٍ
“Sesungguhnya Allah-lah yang menetapkan harga, yang menahan dan melepas (rezeki), serta yang memberi rezeki. Dan aku berharap dapat berjumpa dengan Rabb-ku dalam keadaan tidak seorang pun di antara kalian yang menuntutku lantaran kezaliman (yang aku lakukan) pada jiwa dan harta (kalian).” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Hadits mulia ini mengajarkan bahwa naik turunnya harga dan pasang surutnya pasar berada di bawah kendali dan takdir Allah ﷻ. Oleh karena itu, jangan sampai tekanan ekonomi membuat kita gelap mata melakukan cara-cara yang haram demi menutupi kebutuhan, seperti korupsi, menipu, atau beralih ke riba. Ingatlah, jatah rezeki kita sudah ditetapkan dan tidak akan pernah tertukar dengan orang lain. Tugas kita hanyalah menjemputnya dengan cara yang halal dan bertakwa. Allah ﷻ berfirman:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَلُ لَهُۥ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebagai langkah nyata menghadapi badai ekonomi ini, mari kita bentengi diri kita dengan lima senjata utama muslim:
1. Perbanyak Istighfar: Sebagai kunci pembuka pintu langit untuk melapangkan rezeki yang sempat tertahan akibat dosa-dosa kita.
2. Tetap Konsisten Bersedekah: Karena sedekah di waktu sempit akan memancing datangnya keberkahan dan menolak berbagai bala.
3. Terus Memperbanyak Doa: Memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari lilitan utang dan kesusahan hidup.
4. Bekerja Keras dan Hidup Sederhana: Tetap berikhtiar mencari nafkah yang halal dan bijak mengelola keuangan dengan menghindari perilaku boros.
5. Bertawakal dan Bersyukur: Yakin bahwa ketenangan hidup lahir dari luasnya rasa syukur di dalam dada, bukan dari banyaknya harta.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
------------------------------
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
Ma’asiral Muslimin rahimakumullah,
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.
Di mimbar yang mulia ini, saya kembali berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita semua senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ. Tingkatkan kualitas iman dan takwa kita di mana pun kita berada. Ingatlah bahwa ketakwaan adalah modal paling berharga dan benteng pertahanan terkuat seorang mukmin, baik ketika kondisi ekonomi kita sedang lapang maupun di saat situasi hidup sedang terasa sempit terhimpit.
Mari kita tanamkan keyakinan yang kokoh di dalam hati bahwa badai ekonomi pasti akan berlalu jika kita menghadapinya dengan landasan takwa. Jagalah hak-hak Allah, maka Allah pasti akan menjaga urusan dunia dan akhiratmu. Mari kita tundukkan kepala sejenak, memohon kemudahan, keberkahan, serta keselamatan dengan penuh kekhusyukan kepada Allah ﷻ.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجَهْدِ وَالْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذِهِ بَلْدَةً طَيِّبَةً مُطْمَئِنَّةً، سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالْمِحَنَ وَسُوءِ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِينَ الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي غَزَّةَ وَفِلَسْطِينَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَهُمْ فَرَجًا وَمَخْرَجًا، وَأَطْعِمْ جَائِعَهُمْ، وَاشْفِ مَرِيضَهُمْ، وَتَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa seluruh kaum muslimin. Di tengah himpitan ekonomi ini, kami memohon: perbaikilah urusan agama kami yang menjadi benteng pelindung urusan kami, perbaikilah urusan dunia kami tempat kami mencari nafkah, dan perbaikilah akhirat kami tempat kami akan kembali. Cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal agar terhindar dari yang haram, dan kayakanlah hati kami dengan karunia-Mu agar kami tidak bergantung kepada selain-Mu.
Ya Allah, berikanlah keamanan di negeri kami Indonesia. Bimbinglah para pemimpin kami, dan jadikanlah negeri kami ini negeri yang aman, makmur, murah rezeki, penuh berkah, serta lindungilah seluruh negeri-negeri kaum muslimin. Ya Allah, angkatlah dari kami beratnya beban hidup, mahalnya harga-harga barang, wabah penyakit, lilitan utang, serta fitnah-fitnah yang buruk, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami kaum muslimin yang tertindas di Gaza dan Palestina. Berikanlah mereka kekuatan, kesabaran, kelapangan, dan jalan keluar. Berilah makan mereka yang kelaparan, sembuhkanlah yang sakit di antara mereka, dan terimalah para syuhada mereka di sisi-Mu.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. (أَقِيمُوا الصَّلَاةَ)
Dedi Saputra, CAHTM - Ruqyah QHI Klaten
Komentar
Posting Komentar