Pandangan Holistik terhadap Makanan Pokok: Kembali ke Fitrah dan Sunnatullah
Pandangan Holistik Muslim terhadap Makanan Pokok: Kembali ke Fitrah dan Sunnatullah
Oleh: Tabib Dedi Saputra, CAHTM
Banyak orang saat ini terjebak dalam tren diet yang sekadar ikut-ikutan tanpa memahami struktur tubuh yang telah Allah rancang. Ada yang hanya makan sayur dan buah (veganisme ekstrem), bahkan menghindari karbohidrat sepenuhnya. Padahal, kesehatan adalah buah dari kepatuhan terhadap hukum alam (Sunnatullah).
1. Makanan Pokok Utama: Karbohidrat (Bahan Bakar Energi)
Dalam pandangan holistik, Karbohidrat adalah "Bahan Bakar Utama" tubuh. Tanpanya, manusia akan kehilangan energi vital (ruh fisik).
- Jenis: Biji-bijian utuh (Al-Hubub) seperti padi (nasi), gandum, atau jelai.
- Adaptasi Lokal: Di Indonesia, nasi adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang selaras dengan iklim tropis yang lembap.
- Prinsip Mengunyah: Karbohidrat wajib dikunyah lama hingga cair di mulut karena pencernaannya dimulai oleh enzim di air liur. Manusia dibekali gigi geraham untuk melumat karbohidrat agar tidak membebani Limpa dan Lambung.
2. Makanan Pelengkap: Protein & Serat (Pembangun & Pembersih)
Berbeda dengan karbohidrat, protein dan serat berfungsi sebagai Pelengkap:
- Daging (Protein): Berfungsi sebagai zat pembangun jaringan tubuh. Berbeda dengan nasi, daging cukup dikunyah secara mekanik hingga hancur/lembut agar mudah ditelan, karena tugas utama penghancuran protein ada pada asam lambung. Lihatlah binatang karnivora; mereka hanya merobek dan menelan karena lambungnya dirancang untuk itu. Manusia cukup mengunyahnya hingga lembut agar tidak terjadi pembusukan di usus.
- Sayur & Buah (Serat): Berfungsi sebagai "pembersih" sisa metabolisme. Jika seseorang hanya makan sayur (diet vegan ekstrem), ia akan kekurangan energi vital karena sayur tidak dirancang sebagai bahan bakar utama manusia.
3. Dampak Menyelisihi Sunnatullah
Jika seseorang memaksakan diet hanya sayur dan buah (diet ekstrem) tanpa melihat kebutuhan energi tubuh:
- Kelemahan Limpa: Sifat sayur yang "dingin" akan memadamkan "api" pencernaan, menyebabkan tubuh mudah lelah dan kembung.
- Defisiensi Nutrisi: Tanpa asupan protein hewani dan karbohidrat yang cukup, kualitas darah akan menurun dan fungsi hormon terganggu.
4. Konsultasi Ahli: Menghindari Salah Kaprah
Kebutuhan porsi setiap orang berbeda tergantung konstitusi tubuh (mizaj). Jangan sekadar mengikuti tren diet yang belum tentu cocok dengan tubuh Anda.
Layanan Konsultasi & Terapi:
Untuk diagnosa pola makan yang tepat sesuai kaidah holistik dan thibbun nabawi, silakan hubungi:
Tabib Dedi Saputra, CAHTM
📞 WhatsApp: 081578739566
📍 Lokasi: Cek Google Maps
Untuk diagnosa pola makan yang tepat sesuai kaidah holistik dan thibbun nabawi, silakan hubungi:
Tabib Dedi Saputra, CAHTM
📞 WhatsApp: 081578739566
📍 Lokasi: Cek Google Maps
Kesimpulan: Prinsip Thayyiban dan Proporsional
Allah berfirman:
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
"Kulū wasyrabū walā tusrifū"
(Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan).
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
"Kulū wasyrabū walā tusrifū"
(Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan).
Komentar
Posting Komentar