Mengenal Bahaya Penyakit Ain Pada Anak dan Bayi
Mengenal Penyakit Ain pada Anak dan Bayi:
Penyakit ain adalah pengaruh buruk yang menimpa seseorang melalui pandangan mata yang disertai dengan rasa iri, dengki, atau bahkan rasa takjub (kagum) yang berlebihan tanpa disertai dengan berdzikir mengingat Allah. Kasus ini sangat rentan terjadi pada bayi dan anak-anak kecil karena kondisi fisik dan jiwa mereka yang masih lemah.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai ciri-ciri anak terkena ain, dalil-dalil syar'i yang mendasarinya, serta tuntunan pengobatannya.
Ciri-Ciri Bayi atau Anak Terkena Penyakit Ain
Gejala fisik dan psikis akibat terkena penyakit ain pada anak umumnya terjadi secara tiba-tiba tanpa ada riwayat medis yang jelas. Mengutip penjelasan para ulama, beberapa tanda umumnya meliputi:
* Tangisan yang tidak wajar: Anak terus-menerus menangis histeris dan sangat sulit ditenangkan, padahal tidak lapar, tidak haus, dan popoknya bersih.
* Perubahan kondisi fisik yang drastis: Tubuh anak yang semula gempal mendadak menjadi kurus kering, pucat, dan kehilangan pancaran keceriaan pada wajahnya.
* Demam atau kejang tanpa indikasi medis: Tubuh anak terasa panas atau mengalami kejang mendadak, namun saat diperiksakan ke dokter tidak ditemukan penyakit yang spesifik.
* Enggan menyusu atau makan: Bayi yang biasanya menyusu dengan kuat tiba-tiba menolak ASI atau makanan tanpa alasan yang jelas.
* Perubahan perilaku: Anak yang awalnya periang berubah menjadi sangat pemurung, penyendiri, atau justru menjadi sangat reaktif dan sering mengamuk (tantrum).
Dalil-Dalil Tentang Penyakit Ain
Penyakit ain bukanlah mitos atau takhayul, melainkan suatu kenyataan yang diakui dalam syariat Islam melalui dalil-dalil sahih berikut:
1. Dalil dari Al-Qur'an
Para mufasir (ahli tafsir) menjelaskan bahwa penyakit ain diisyaratkan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Al-Qalam ayat 51:
"Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al-Quran..." (QS. Al-Qalam: 51).
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu dan ulama lainnya menafsirkan bahwa makna "menggelincirkan dengan pandangan mereka" adalah mereka hampir saja membinasakanmu (Nabi Muhammad) dengan sorotan mata mereka yang penuh kedengkian (ain).
2. Dalil dari Hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
* Penyakit Ain Itu Nyata
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ
"Ain itu benar adanya. Andaikan ada perkara yang bisa mendahului takdir, maka itulah ain." (HR. Muslim no. 2188).
* Anjuran Meruqyah Anak yang Terkena Ain
Diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَوْ أَمَرَ أَنْ يُسْتَرْقَى مِنَ الْعَيْنِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan aku atau memerintahkan (umatnya) agar meminta diruqyah dari penyakit ain." (HR. Bukhari no. 5738 dan Muslim no. 2195).
* Bayi Kurus Akibat Ain
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat anak-anak kecil dari keluarga Ja'far yang bertubuh kurus. Beliau lalu bersabda kepada Asma' binti 'Umais:
"Kenapa aku lihat tubuh anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?" Asma' menjawab: "Tidak, melainkan mereka cepat sekali terkena ain." Maka Nabi bersabda: "Ruqyahlah mereka!" (HR. Muslim no. 2198).
Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Ain
Jika anak Anda didapati memiliki ciri-ciri di atas, Islam memberikan panduan pengobatan syar'i sebagai berikut:
1. Jika Pelaku Diketahui: Apabila Anda mengetahui siapa orang yang memandang anak Anda dengan penuh kekaguman atau kedengkian sesaat sebelum anak jatuh sakit, mintalah orang tersebut untuk berwudhu atau mandi. Kemudian, siramkanlah bekas air wudhu atau air mandi tersebut ke tubuh anak Anda dari arah belakang. Cara ini berdasarkan hadis sahih riwayat Ahmad.
2. Jika Pelaku Tidak Diketahui (Terapi Ruqyah): Jika tidak tahu siapa penyebabnya, bacakanlah ayat-ayat ruqyah pada anak, seperti Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Tiupkan dengan lembut pada tubuh anak atau pada air yang kemudian diminumkan/diusapkan ke tubuhnya.
3. Membaca Doa Perlindungan untuk Anak: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu sering memohon perlindungan untuk cucu beliau, Hasan dan Husain, dengan membaca doa ini:
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
"U'idzukuma bikalimatillahit tammah, min kulli syaithanin wa hammah, wa min kulli 'ainin lammah." (Artinya: Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala gangguan setan dan binatang berbisa, serta dari sorotan mata yang membinasakan).
Konsultasi dan Penanganan Lebih Lanjut
Apabila penanganan mandiri di rumah belum membuahkan hasil dan Anda memerlukan bantuan praktisi berpengalaman untuk melakukan terapi ruqyah syar'iyyah pada anak, Anda dapat mengunjungi pusat terapi berikut:
* Nama Tempat: Ruqyah QHI Klaten
* Alamat: Dukuh/Desa Manjungan RT 07 RW 03, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
* Navigasi: Ketik "Ruqyah QHI Klaten" pada aplikasi navigasi untuk rute perjalanan langsung.
* Kontak WhatsApp: 081578739566
(Sangat disarankan untuk menghubungi nomor ini terlebih dahulu untuk melakukan konsultasi awal atau membuat jadwal terapi).
* Jam Layanan: 08.00 - 17.00 WIB
* Praktisi: Ustadz Dedi Saputra, CAHTM. Praktisi resmi tergabung dalam QHI (Qur'anic Healing International), ARSYI (Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia), serta ASPETRI (Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia). Beliau juga telah resmi terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten sebagai Penyehat Tradisional.
Komentar
Posting Komentar