Komitmen Adalah Setengah Kesembuhan: Mengapa "Jalan Pintas" Merusak Hasil Terapi Holistik Anda
Komitmen Adalah Setengah Kesembuhan: Mengapa "Jalan Pintas" Merusak Hasil Terapi Holistik Anda
Oleh: Dedi Saputra, CAHTM (Praktisi Holistik Muslim & Ruqyah Syar'iyyah)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat Sehat.
Sebagai seorang praktisi, kebahagiaan terbesar bagi saya adalah melihat Klien kembali sehat, melihat senyum syukur saat keluhan penyakit bertahun-tahun sirna, atau mendengar kabar gembira hadirnya buah hati yang dinanti. Namun, ada satu hal yang sering mengganjal di hati saya: ketika ikhtiar terhenti tepat satu langkah sebelum kesembuhan itu tiba.
Banyak Klien yang datang dengan semangat tinggi, namun perlahan layu karena menganggap proses penyembuhan hanyalah soal minum herbal atau sekali datang ruqyah. Padahal, kesembuhan sejati adalah sebuah perjalanan perubahan diri. Terkait hal ini, Imam Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim telah mengingatkan kita melalui syair yang sangat mendalam:
إِنَّ الـمُعَلِّـمَ وَالطَّبِيْبَ كِلَاهُمَا لَا يَنْصَحَانِ إِذَا هُمَا لَـمْ يُكْرَمَا
فَاصْبِرْ لِدَائِكَ إِنْ جَفَوْتَ طَبِيْبَهُ وَاقْنَعْ بِجَهْلِكَ إِنْ جَفَوْتَ مُعَلِّـمَا"Sesungguhnya guru dan tabib (praktisi kesehatan), keduanya tidak akan memberikan nasihat (hasil maksimal) jika tidak dimuliakan. Maka tahanlah sakitmu jika engkau menjauhi (arahan) tabibmu, dan terimalah kebodohanmu jika engkau menjauhi gurumu."
Secara bahasa, kata جَفَوْتَ (jafauta) berasal dari akar kata جَفَا - يَجْفُو (jafaa - yajfuu) yang memiliki beberapa arti:
- Menjauhi / Memutuskan hubungan: Berpaling atau tidak mau lagi berinteraksi.
- Berlaku kasar: Bersikap tidak sopan, keras, atau kaku dalam perlakuan.
- Mengabaikan / Tidak menghormati: Tidak memberikan hak atau penghargaan yang semestinya.
Dalam bait syair tersebut, جَفَوْتَ diartikan sebagai sikap menjauhi, tidak menghormati, atau berlaku kasar kepada dokter/guru, sehingga mereka tidak bisa memberikan bantuan atau ilmunya secara maksimal kepadamu.
Realita Lapangan: Mengapa Klien Gagal Meraih Hasil Maksimal?
Abaikan arahan praktisi, maka Klien sebenarnya sedang memilih untuk menahan rasa sakit itu lebih lama lagi. Berikut beberapa contohnya:
1. Kasus Promil (Program Hamil) & Bahaya "Asal Hamil"
Tujuan kita bukan sekadar "positif hamil", tapi melahirkan generasi yang sehat. Jika masalah kesehatan dasar (toksin/hormon) belum tuntas namun dipaksakan hamil, dampaknya:
Tujuan kita bukan sekadar "positif hamil", tapi melahirkan generasi yang sehat. Jika masalah kesehatan dasar (toksin/hormon) belum tuntas namun dipaksakan hamil, dampaknya:
- Ibu Tidak Sehat: Rentan komplikasi serius dan kelelahan hebat selama masa mengandung.
- Janin Berisiko: Risiko hambatan tumbuh kembang hingga cacat lahir atau kelainan bawaan.
Lebih baik bersabar sedikit lebih lama untuk hasil sempurna daripada terburu-buru namun berujung penyesalan.
2. Penyakit Metabolik & Disiplin Diri
Banyak Klien terhenti terapinya karena merasa sudah "agak mendingan". Padahal, tubuh butuh waktu regenerasi sel secara menyeluruh. Berhenti sebelum tuntas hanya akan memicu efek kekambuhan yang lebih parah.
3. Terapi Ruqyah & Risiko Melewatkan Jadwal
Dalam Ruqyah Syar'iyyah, ketuntasan adalah kunci. Jika Klien tidak menjalani sesi terapi ulang yang dijadwalkan, gangguan yang belum sepenuhnya bersih akan bersembunyi. Hal ini memicu risiko munculnya keluhan baru yang lebih berat.
Bahaya Penyakit Hati: Pelit Terhadap Diri Sendiri
Sering kali terapi terhenti bukan karena ketiadaan biaya, melainkan sikap kikir terhadap kesehatan diri sendiri padahal mampu secara finansial. Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah berkata:
"Derajat pelit yang paling parah adalah pelit terhadap diri sendiri padahal ia sedang membutuhkan. Betapa banyak orang pelit yang menahan hartanya, ketika sakit ia tidak mau berobat... Ia sedang berhajat terhadap sesuatu (kesembuhan) tetapi ia menahannya karena pelit."
(Sumber: Kitab Mukhtashar Minhajil Qashidin, Hal. 248)
Menunda pengobatan padahal mampu adalah bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Jangan sampai harta yang dikumpulkan habis hanya untuk membiayai sakit yang sudah parah di masa depan.
Jika ingin hasil yang maksimal, berikanlah komitmen yang maksimal pula. Sebagaimana pesan Imam Az-Zarnuji, tahanlah sakitmu jika engkau menjauhi arahan tabibmu. Kesembuhan adalah perpaduan antara terapi yang tepat dengan sikap pasien yang taat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
SUMBER RUJUKAN
- Al-Zarnuji, Burhanul Islam. Ta’lim al-Muta’allim Thariq al-Ta’allum.
- Al-Maqdisi, Ibnu Qudamah. Mukhtashar Minhaj al-Qashidin.
LAYANAN PROFESIONAL KAMI
- Ustadz Dedi Saputra, CAHTM: Anggota aktif ASPETRI, ARSYI, dan QHI. Analis Pengobatan Tradistik Holistik (STPT Dinas Kesehatan).
- Ibu Niken Dwi Handayani: Terapis Khusus Wanita, menangani secara syar'i (STPT Dinas Kesehatan Klaten).
INFORMASI KONSULTASI & RESERVASI
- Nama Tempat: Ruqyah QHI Klaten
- Alamat: Dukuh Desa Manjungan RT 07 RW 03, Kec. Ngawen, Kab. Klaten, Jawa Tengah.
- WhatsApp: 0815 7873 9566 (Reservasi Sangat Disarankan)
- Jam Layanan: 08.00 - 17.00 WIB
- Google Maps: Ketik "Ruqyah QHI Klaten"
Komentar
Posting Komentar