KHUTBAH JUM'AT:17 RAMADHAN, PERANG BADAR DAN KEMENANGAN IMAN
KHUTBAH JUM'AT:
17 RAMADHAN, PERANG BADAR DAN KEMENANGAN IMAN
KHUTBAH PERTAMA
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَنَصَرَ فِيْهِ الْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ الْفُرْقَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hadirin jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah,
Alhamdulillah, hari ini kita telah sampai pada tanggal 17 Ramadhan. Di hari yang penuh berkah ini, mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan yang tidak hanya berpuasa menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang dimurkai Allah.
Jamaah yang dirahmati Allah,
17 Ramadhan adalah hari bersejarah. Di tahun ke-2 Hijriah, tepatnya Jum'at tanggal 17 Ramadhan (13 Maret 624 M), terjadi peristiwa dahsyat: Perang Badar Al-Kubra.
Perang Badar bukan sekadar pertempuran fisik, melainkan Yaumul Furqan, hari pembeda antara yang hak dan yang batil, antara iman dan kekufuran.
Konteks Perang Badar: Pertempuran Hak vs Batil
Saat itu, 313 pasukan Muslimin harus berhadapan dengan hampir 1000 pasukan Quraisy yang bersenjata lengkap. Secara logika manusia, mustahil pasukan Muslim menang. Apalagi, mereka sedang dalam keadaan berpuasa di tengah terik padang pasir.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai situasi tersebut dalam QS. Al-Anfal: 5-6:
فَاَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْۢ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ لَكٰرِهُوْنَۙ. يُجَادِلُوْنَكَ فِى الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَاَنَّمَا يُسَاقُوْنَ اِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ
"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya. Mereka membantahmu dalam kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (kematian itu)."
Perang ini bermula saat Rasulullah SAW bermaksud menghadang kafilah dagang Abu Sufyan sebagai pengganti harta kaum Muslimin yang dirampas kaum kafir Makkah, namun ternyata Abu Jahal datang membawa pasukan besar untuk memusnahkan Islam.
Doa Rasulullah SAW dan Pertolongan Allah
Di tengah gentingnya situasi, Rasulullah SAW tidak mengandalkan kekuatan fisik semata. Beliau mengajarkan kita untuk berikhtiar maksimal, lalu bertawakal. Rasulullah SAW berdoa hingga selendangnya jatuh, menunjukkan kepasrahan total:
اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ
"Ya Allah, penuhilah janji-Mu kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membiarkan kelompok (pasukan) Islam ini binasa, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini." (HR. Muslim No. 1763).
Allah menjawab doa tersebut dan menurunkan pertolongan-Nya sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Anfal: 9:
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
Keteladanan dari Perang Badar
Ada tiga hikmah utama yang bisa kita ambil dari peristiwa 17 Ramadhan ini:
1.Iman dan Tawakal yang Tinggi.
Pasukan Muslimin yakin, meskipun jumlah sedikit, pertolongan Allah akan datang jika berjuang di jalan-Nya.
QS. Ali 'Imran: 13 menegaskan:
قَدْ كَانَ لَكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَاۗ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُخْرٰى كَافِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِۗ وَاللّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ
"Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir. (Golongan kafir) melihat golongan mukmin dua kali lipat mereka secara pandangan mata. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya siapa yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki penglihatan."
2.Ketaatan kepada Pemimpin.
Pasukan Muslimin sangat patuh. Saat Nabi memerintahkan untuk menguasai sumber air dan mengatur strategi, sahabat Khabab bin Mundzir memberikan saran taktis, dan Nabi menerimanya. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kedisiplinan di bawah komando yang benar adalah kunci keberhasilan.
3.Ramadhan Bukan Alasan untuk Lemah.
Perang Badar terjadi saat puasa. Ini bukti bahwa puasa tidak seharusnya menjadikan kita malas atau lemah. Sebaliknya, puasa adalah saat di mana ruhani kita kuat, sehingga fisik kita mampu melakukan hal-hal besar, baik ibadah di malam hari maupun bekerja di siang hari
Penutup
Hadirin sekalian, 17 Ramadhan adalah momen untuk merefleksikan diri. Mari kita jadikan semangat 17 Ramadhan ini untuk "memenangkan perang Badar" dalam diri kita sendiri: melawan hawa nafsu, melawan malas beribadah, dan melawan sifat kikir. Semoga kita bisa meneladani keberanian dan ketaatan para sahabat Nabi di Perang Badar.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الْكَرِيْمِ مِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَمِنَ الْفَائِزِيْنَ، وَمِنَ الْعُتَقَاءِ مِنَ النَّارِ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, di bulan Ramadhan yang mulia ini, berikanlah kami kekuatan untuk meneladani perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam Perang Badar. Kuatkan iman kami, kuatkan fisik kami, dan bimbinglah kami untuk memenangkan peperangan melawan hawa nafsu kami.
Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, dan amal ibadah kami.
Ya Allah, sembuhkanlah yang sakit diantara kami.
Dan jagalah saudara muslim kami di Gaza, Palestina dan di manapun berada
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
(Dedi Saputra, CAHTM- Ruqyah QHI Klaten)
Komentar
Posting Komentar