Kisah Nyata: Jin Membakar Rumah Setelah Dibacakan Surah Al-Baqarah.


Kisah Nyata: Jin Membakar Rumah Setelah Dibacakan Surah Al-Baqarah.

๐ŸŽ™️Oleh : Syaikh Abu al-Barฤ’ Usฤmah bin Yฤsฤซn al-Ma‘ฤnฤซ:

Ini adalah kisah yang sangat menarik. Pada waktu itu, saya sedang berhenti dari praktik ruqyah karena alasan tertentu. Seorang tetangga menelepon saya dan berkata, "Wahai Saudaraku Abu Al-Barra', ada masalah di rumah kami." Saya menjawab, "Baik, ceritakan." Dia berkata, "Sejak beberapa hari lalu, kami mengalami masalah pemadaman listrik. Listriknya tiba-tiba menyala lalu padam sendiri." Dia melanjutkan, "Kami menghubungi perusahaan listrik. Mereka mengirimkan teknisi dari Filipina. Mereka memeriksa masalahnya, tetapi tidak menemukan kerusakan listrik apa pun. Tidak ada masalah teknis sama sekali." Masalah itu pun berlanjut.

Kami menghubungi mereka lagi untuk kedua kalinya. Mereka mengirimkan para insinyur. Mereka juga tidak menemukan kerusakan listrik apa pun. Tetangga itu berkata, "Istri saya, yang sedang menempuh pendidikan—saya kira sekarang sudah selesai, beliau memiliki gelar doktor dalam Studi Islam—kemudian mengambil Al-Qur'an dan mulai membaca Surah Al-Baqarah. Begitu ia mulai membaca Surah Al-Baqarah, tiba-tiba muncul api di dalam rumah. Api mulai menyala dan membakar bagian rumah. Kami pun sangat heran."

Mereka pun menyadari bahwa masalah ini bukanlah masalah listrik atau sejenisnya, melainkan ada campur tangan jin dan setan. Ia pun menceritakan hal ini kepada saya. Saya berkata, "Demi Allah, wahai Saudaraku, saat ini saya tidak bisa datang karena ada keadaan yang membuat saya tidak bisa pergi untuk membacakan ruqyah." Akhirnya, ia pergi menemui seorang syekh—semoga Allah menjaganya dan memberkahinya—yakni Syekh Majid As-Suraidah yang masih hidup hingga sekarang. Syekh itu menelepon saya dan berkata, "Wahai Syekh, semoga Allah memberimu kesehatan. Engkau tahu, ini adalah kebaikan dan orang-orang sedang dalam kesusahan yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Perkasa." Pembakaran di rumah itu terus berlanjut, bahkan—demi Allah—sang tetangga berkata bahwa pakaian dalam, baju-baju di lemari, mulai terbakar akibat jin.

Kemudian saya meminta pendapat istri saya. Ia berkata, "Pergilah. Ini adalah kebaikan, insya Allah. Kita memohon kepada Allah agar memberikan pahala atas perbuatan ini." Akhirnya, saya pun pergi. Saat pertama kali memasuki rumah itu—ini juga sebagai pelajaran bagi kalian—bagaimana kita mengetahui ada jin di dalam rumah atau tidak? Jika Anda memasuki sebuah ruangan dan langsung merasakan bulu kuduk berdiri, tubuh merinding secara tiba-tiba, maka saat itulah Anda tahu bahwa tempat tersebut ada jinnya.

Demi Allah, wahai Saudaraku, begitu saya memasuki ruang tamu, seluruh tubuh saya merinding. Itu menandakan ada sekumpulan jin, bukan cuma tiga, empat, atau lima, tetapi sekelompok besar. Saya pun memulai dengan metode yang pernah saya ceritakan kepada kalian: 

ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู…ْุฏَ ู„ِู„َّู‡ِ ู†َุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„ุงَ ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ، ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„ุงَ ู‡َุงุฏِู‰َ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ

Segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan serta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan dari kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

“Jika kalian adalah kaum Muslimin, maka Allah Yang Maha Benar berfirman:”

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุญَู‚َّ ุชُู‚َุงุชِู‡ِ ูˆَู„َุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„َّุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู…ُุณْู„ِู…ُูˆู†َ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
(QS. ฤ€li ‘Imrฤn: 102)

Dan Allah juga berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุนْุจُุฏُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆู†َ

“Wahai manusia, sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 21)

“Dan jika kalian bukan kaum Muslimin, maka kami menyeru kalian dengan dakwah Nabi Muhammad ๏ทบ sebagaimana yang tertulis dalam risalahnya, tentang keimanan, surga dan neraka.”

Sebagaimana firman Allah:

ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ูˆَู…َุงุชُูˆุง ูˆَู‡ُู…ْ ูƒُูَّุงุฑٌ ุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ู„َุนْู†َุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉِ ูˆَุงู„ู†َّุงุณِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itulah yang mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 161)

Dan firman-Nya:

ูˆَุฃَู…َّุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ูَู„َู‡ُู…ْ ุฌَู†َّุงุชُ ุงู„ู†َّุนِูŠู…ِ

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka surga-surga penuh kenikmatan.”
(QS. Luqmฤn: 8)

“Maka kami mengajak kalian kepada tauhid, kepada keimanan kepada Allah semata, kepada mengikuti Rasul-Nya ๏ทบ, karena di hadapan kalian ada surga dan ada neraka, dan setiap jiwa akan kembali kepada Allah ุนุฒ ูˆุฌู„.”

Lalu saya berkata, "Sekarang saya akan mulai membaca Al-Qur'an (Surat Al Baqarah), maka keluarlah dari sudut-sudut rumah karena biasanya jin berdiam di sudut-sudut. Di dalam rumah, mereka kebanyakan berada di sudut-sudut."

Kemudian saya mulai membaca (ruqyah). Setelah selesai, saya menyemprotkan (air ruqyah). Biasanya, ada orang yang menggunakan air biasa, ada yang menggunakan air dengan za'faran, ada pula yang menggunakan air dengan misk (kasturi). Setiap orang memiliki caranya masing-masing. Metode yang saya gunakan ini berdasarkan pengalaman dan ada fatwa dari para ulama. Setelah selesai, saya pun pulang. Biasanya, rumah-rumah seperti ini dibacakan (ruqyah) sebanyak tiga kali secara ganjil. Saya pun pergi. Keesokan harinya, keadaan sudah mereda.

Ketika saya memasuki rumah itu lagi, saya tidak merasakan apa-apa kecuali di satu bagian kecil, satu ruangan, saya merasakan merinding itu lagi. Saya pun masuk dan berkata kepada mereka (jin), "Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan karena kalian telah bertobat dan kembali kepada Allah Yang Maha Perkasa. Jika ini menandakan sesuatu, maka ini menandakan kembalinya kalian kepada Allah Yang Maha Perkasa. Dan aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, jika kalian benar-benar telah bertobat dan kembali, semoga Dia menjadikan kalian orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk, bukan orang yang sesat dan menyesatkan."

Keesokan harinya, saat saya tidak berada di rumah, ada telepon masuk. Istri tetangga itu mengangkat telepon dan memberikannya kepada saya. Saya berbicara dengan seorang perempuan yang berkata, "Saya ingin meminta bantuan Anda. Tampaknya, yang ada di rumah Anda (yang bermasalah) itu, si pembantu rumah tangga telah membuat sihir di rumah itu." Dari perkataannya saat saya berbicara dengannya, tampak bahwa ia adalah seorang penyihir. Perempuan ini usianya kira-kira di atas enam puluh tahun. Saya berkata kepadanya, "Saat ini engkau ingin berbuat kebaikan?" Ia menjawab, "Ya." Saya berkata, "Apakah kebaikan bisa datang dengan sihir, wahai Ibu? Aku mengajakmu kepada Allah Yang Maha Perkasa. Bertobatlah dan kembalilah. Sihir itu adalah kekafiran. Sebagaimana disebutkan oleh para ulama kita tentang sepuluh pembatal keislaman, pembatal yang ketujuh adalah sihir. Maka bertobat dan kembalilah kepada Allah Yang Maha Perkasa. Selama masih ada setitik kebaikan dalam dirimu, aku memohon kepada Allah agar memberi petunjuk kepadamu dan mengembalikanmu kepada kebenaran." Ia berkata, "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, nak," secara harfiah. Kemudian ia menutup telepon.

Pada hari ketiga, gadis (di rumah itu) yang sedang membaca Al-Qur'an menjelang salat Subuh, mendengar suara azan di dalam rumah. Azan. Ia membangunkan saudara laki-lakinya yang bernama Shalih. Ia berkata, "Shalih, Shalih, bangun! Aku mendengar azan di dalam rumah. Apakah kamu juga mendengarnya?" Saudaranya menjawab, "Ya." Dan dengan karunia, anugerah, dan kemurahan Allah, masalah itu pun benar-benar berakhir.

Tentu saja, ketika terjadi kebakaran di rumah, mereka telah mengeluarkan semua perabotan dan menutupinya dengan terpal biru. Setelah itu, ia bertanya kepada saya, "Wahai Syekh, apakah sekarang kami boleh mengembalikan perabotan ini?" Saya menjawab, "Tunggu dulu. Karena terkadang kami khawatir, melalui sihir, mereka mengirimkan (jin) yang lain. Oleh karena itu, kita tunggu sampai benar-benar yakin bahwa keadaan telah tenang, sebab perabotan ini—kasihan—bisa menyebabkan kerugian finansial yang besar." Kami menunggu selama satu atau dua minggu. Keadaan benar-benar telah tenang. Saya berkata kepada mereka, "Sekarang sudah selesai, kembalikanlah perabotannya." Dan segala puji, karunia, serta nikmat hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.

⌨️ Rudi Abu Huna 
๐Ÿ“ฒ Publish for Materi Kitab Diagnosis
Ruqyah QHI Klaten 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan dari PUSKESMAS NGAWEN - KLATEN di Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten (Bekam Holistik Klaten)

TERAPI PROMIL (Program Kehamilan) Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten

Hubungan Kelembaban, Sistem cerna serta Depresi