Kesemutan dan Kaitannya dengan ‘Ain (Pandangan Hasad) dan Gangguan Jin (Mas)


✍️**Kesemutan dan Kaitannya dengan ‘Ain (Pandangan Hasad) dan Gangguan Jin (Mas)**

🎙️**Khalid Al-Habsyi**

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kita masih membahas pertanyaan-pertanyaan yang datang dari sebagian saudara para peruqyah. Ada yang berkata,
*“Wahai Syaikh, misalnya ada peruqyah yang mengatakan: saya tahu bahwa kesemutan bisa jadi merupakan dampak dari ‘ain atau selainnya. Namun ketika kita menyampaikan hal ini kepada orang-orang—termasuk para dokter dan dalam majelis-majelis—mereka mengingkari pendapat tersebut dan mengatakan bahwa kami tidak memiliki dalil. Lalu, adakah dalil tentang kesemutan yang menimpa seseorang? Bahwa hal itu misalnya bukan sebab medis, bukan penyakit medis, dan bukan sesuatu yang bersifat fisik?”*

Saya menjawabnya: Ya, ada, dan saya akan menjelaskan perkara ini.

Wahai saudara-saudaraku, kita semua jika duduk lalu menekuk kaki atau lutut, kemudian berdiri, bisa merasakan kesemutan atau mati rasa, seperti semut yang berjalan di tubuh, atau yang dalam bahasa Inggris disebut *numb*. Ini perkara yang wajar dan alami.
Seseorang juga bisa merasakan hal tersebut karena kekurangan vitamin atau sebab-sebab lain. Ini benar dan diakui.

Namun, ketika ada yang mengingkari dan berkata:
*“Bagaimana kalian mendiagnosis dan mengatakan bahwa kesemutan ini karena ‘ain atau gangguan jin?”*
maka kami katakan:
*“Wahai saudaraku, orang ini sedang duduk di majelis kita dengan kakinya terentang. Tidak ada aliran darah yang terhambat dan tidak ada tekanan yang menyebabkan kesemutan.”*

Kemudian engkau membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepadanya. Ketika sampai pada Surah Ash-Shaffat, ia berkata:
*“Wahai Syaikh, kakiku, tanganku, atau sisi tubuh ini semuanya kesemutan dan mati rasa.”*
Lalu ketika bacaan Ash-Shaffat selesai dan berpindah ke Surah Ar-Rahman atau surah lainnya, ia berkata:
*“Tidak ada apa-apa.”*
Ketika kembali ke Ash-Shaffat, kesemutan muncul lagi.
Ketika berpindah ke ayat-ayat lain, tidak terjadi apa-apa.
Namun ketika membaca ayat-ayat yang berkaitan dengan setan, kesemutan muncul kembali.

Apa makna semua ini?

Ketika seorang peruqyah memiliki pengalaman panjang, bertahun-tahun menangani kasus, setiap hari membaca ruqyah untuk lima, delapan, atau sepuluh pasien, dan fenomena ini terulang terus-menerus, maka ini adalah pengalaman dan pengamatan nyata.

Sebagian pasien mendengarkan rekaman ruqyah, lalu berkata:
*“Wahai Syaikh, aku merasakan kesemutan di tubuh ketika disebutkan setan, jin, atau neraka.”*
Kami katakan: ini adalah gejala gangguan jin.

Lalu orang tersebut—yang kasihan—bercerita kepada orang lain, dan ada yang berkata:
*“Apa ini, Syaikh berbicara tentang perkara gaib?”*
Mereka menuduh sembarangan dan berkata tanpa ilmu.
Kami katakan:
*“Kami tidak berbicara tanpa dasar. Ini adalah pengalaman.”*

Ada pula yang berkata:
*“Wahai Syaikh, ketika dibacakan ayat-ayat tentang ‘ain saja, tubuhku terasa kesemutan atau dingin.”*
Kami katakan:
Kemungkinan besar ini adalah gejala ‘ain, yang muncul bersamaan dengan kesemutan tersebut.

Sebagian lagi berkata:
*“Wahai Syaikh, ketika aku memperbanyak ruqyah pada diriku, aku merasakan kesemutan lalu ia keluar dari tubuhku.”*

Kemudian muncul fakta yang menarik.
Seorang pasien—yang secara lahir tampak sehat—berkata:
*“Wahai Syaikh, dulu aku selalu merasakan kesemutan ketika duduk sebentar atau berdiri, bahkan tanpa Al-Qur’an. Keadaanku tidak seperti orang lain. Sekarang, jika aku duduk selama satu jam penuh lalu berdiri, aku tidak merasakan kesemutan sama sekali.”*

Kami katakan:
Kesemutan yang dahulu muncul bahkan tanpa menekuk kaki itu bukanlah kesemutan yang normal.

Oleh karena itu, saya katakan kepada siapa saja yang merasa dirinya sehat, namun selalu merasakan kesemutan ketika duduk dan berdiri:
tinggalkan dulu ruqyah dari orang lain, ambillah minyak zaitun, karena ia diberkahi dan berasal dari pohon yang diberkahi.
Bacakan ke dalamnya ayat-ayat ruqyah dan ayat-ayat tentang ‘ain, lalu oleskan ke seluruh tubuh.
Lakukan sebelum tidur, sekali sehari selama tiga atau lima hari, lalu lihatlah hasilnya.

Demi Allah, ada seorang saudara, penuntut ilmu yang cerdas dan lebih tua dari saya, yang terkadang—bukan mengejek—tetapi berkata:
*“Wahai Syaikh, ini tidak seperti itu caranya.”*
Saya katakan kepadanya:
*“Ambil minyak ini.”*
Ia berkata:
*“Saya tidak mau.”*
Saya katakan:
*“Baik, bacakan saja ayat-ayat ke dalam minyak dan oleskan ke tubuhmu.”*

Demi Allah, keesokan harinya ia berkata:
*“Wahai Syaikh, terjadi padaku hal-hal yang aneh: mimpi-mimpi dan jantung berdebar.”*
Ia berkata lagi:
*“Padahal aku membaca dan memiliki buku serta perpustakaan.”*
Saya katakan kepadanya:
*“Wahai saudaraku, membaca itu satu hal, dan pengobatan itu hal yang lain.”*

Saya memohon kepada Allah سبحانه وتعالى semoga penjelasan tentang kesemutan ini dapat dipahami.

Jika seseorang memeriksakan diri ke dokter dan dikatakan:
*“Engkau kekurangan vitamin B atau vitamin D,”*
maka lakukanlah apa yang diperlukan.
Namun tetaplah gunakan Al-Qur’an.
Jika engkau mendapati pengaruh tertentu saat membaca ayat-ayat tertentu, maka ketahuilah bahwa pengaruh itu berkaitan dengan ayat-ayat tersebut, baik itu karena gangguan jin, sihir, atau ‘ain.

Kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى keselamatan dari semua itu.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪

🎙️Syaikh Khalid bin Ibrahim Al Hibsyi Hafidzahullah
⌨️ Rudi Abu Huna
📮Publish by Kaji Kitab Ruqyah
Ruqyah QHI Klaten

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan dari PUSKESMAS NGAWEN - KLATEN di Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten (Bekam Holistik Klaten)

TERAPI PROMIL (Program Kehamilan) Rumah Sehat Holistik Asy Syifa Klaten

Hubungan Kelembaban, Sistem cerna serta Depresi